Arbiterasi Penggarapan Tari Jejangeran Gong Kebyar Wanita Kota Denpasar 2017

(foto dipublikasikan oleh: BaliPuspaNews.com)

Om Swastyastu,
Penggarapan seni pertunjukan di Bali yang dikhususkan pada pengembangan akan tari tradisi perlu diperhatikan. Adanya suatu riset yang mampu menjadi referensial bagi sebuah penggarapan kesenian Bali. kesenian yang coba untuk dibahas penulis yaitu tarian jejangeran Gong Kebyar Wanita Kota Denpasar pada PKB 2017.
Tarian Jejangeran Kota Denpasar dengan judul Adnyana Gita Iswari mengangkat tentang semangat percikan air suci sebagai sumber kehidupan masyarakat Hindu Bali sebagai somboliksitas kekeluargaan. Garapan yang secara kreativitas sangtlah bagus dan mampu menjadi stimulan bagi seniman muda di Bali. namun ada beberapa hal yang menurut penulis menjadi perhatian yang sangat penting. Disiplin terhadap konsep penggarapan yang mampu membangun sebauh pertunjukan tersebut menarik untuk dinikmati, namun perlu adanya suatu mempertahankan identitas dari kesenian janger.
Menurut penulis, penata tari hendaknya mengetahui substansi dan menjabarkan intra estetik baik visual maupun gerak tari itu sendiri. Jika substansi dan intra estetik dari tarian tersebut dihilangkan, maka tanpa sadar penonton akan memaksa dirinya untuk benar-benar menyatakan bahwa itu merupakan tarian janger. Boleh dikatakan bahwa unsur-unsur yang membangun visual pada janger hilang, sehingga sulit dicerna bagi masyarakat yang pernah menonton tarian janger seperti janger kedaton. Intra estetik seperti badong pada penari kecak hilang, mengakibatkan gerak pokok pada bahu atau pala penari kecak kurang jelas terlihat bahkan menurut penulis hilang.
Memang penulis cukup tergesa-gesa bahkan langsung mengkritisi sebuah tarian tanpa penelitian lebih lanjut. Namun adanya kekhawatiran penulis terhadap arbiterasi yang dilakukan penggarap dalam menyajikan suatu pengembangan pertunjukan kesenian. Perlu adanya kejelian penggarap dalam membangun suatu konsep sebuah tairan. Penggarap setidaknya mampu menghantarkan para penoton untuk menikmati sebuah pertunjukan yang bukan hanya dari visual kemegahan baik itu pakaian serta gerak tarian, namun penggarap mampu menarik kembali selera masyarakat untuk mengenang tarian tersebut lahir.
tulisan ini perlu adanya kritikan dan saran dalam ranah akademis, sehingga menjadikan wacana ini lebih konfeherensif dari sebelumnya,
Suksma
Om Santih, Santih, Santih, Om
Lihat juga:
Artikel:
video

Komentar

Postingan Populer